Bengkulu – Senator DPD RI Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., MSM., melakukan kunjungan kerja ke Migran Center di Poltekkes Kemenkes Bengkulu, untuk meninjau langsung proses pelatihan dan kesiapan calon pekerja migran yang akan diberangkatkan ke Jepang, Selasa (5/8/2025).
Migran Center merupakan pusat bimbingan dan pelatihan yang dikhususkan bagi pemuda-pemudi Bengkulu yang berminat bekerja di luar negeri. Lembaga ini diresmikan oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia pada 28 Juli 2025 dan berlokasi di Gedung GTC Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
Dalam kunjungannya, Destita menyempatkan diri memasuki dua ruang kelas pelatihan, yaitu kelas keterawatan dan kelas campuran. Para peserta di kelas tersebut tengah menjalani pelatihan intensif selama 3 hingga 4 bulan, mencakup keterampilan bahasa dan keterampilan kerja sebagai persiapan untuk penempatan kerja di Jepang.
“Program ini sangat strategis. Mereka yang sudah lulus nanti benar-benar siap kerja, dengan bekal pelatihan dan ijazah yang menunjang. Tapi tentu masih ada tantangan yang perlu dukungan,” kata Destita.
Salah satu kendala yang disampaikan pengelola Migran Center adalah keterbatasan buku pelajaran, khususnya buku bahasa Jepang. Selain itu, para peserta juga kesulitan mengikuti tes kemampuan bahasa Jepang atau Japanese Language Proficiency Test (JLPT), karena pelaksanaannya masih terpusat di kota besar seperti Jakarta.
“Tes JLPT itu seperti TOEFL-nya bahasa Jepang. Saat ini peserta dari Bengkulu harus ke Jakarta untuk ikut ujian, tentu butuh biaya tambahan untuk tiket, penginapan, dan lain-lain. Harapannya tes ini bisa dilaksanakan di Bengkulu agar lebih hemat dan menjangkau lebih banyak peserta,” ujar Destita.
Ia mencatat bahwa dalam setahun, sekitar 150 calon pekerja migran asal Bengkulu menargetkan mengikuti tes JLPT. Dengan penyelenggaraan tes di Bengkulu, efisiensi dan partisipasi bisa ditingkatkan secara signifikan.
Destita menyatakan komitmennya untuk mendorong pihak-pihak terkait agar kebutuhan sarana, prasarana, serta penguatan lembaga pelatihan seperti Migran Center Bengkulu bisa dipenuhi secara berkelanjutan.
“Ini peluang besar bagi anak muda Bengkulu. Kita harus dukung dengan kebijakan yang berpihak, mulai dari pengadaan buku, fasilitas pelatihan, hingga akses tes bersertifikat. Semua itu akan memperkuat kesiapan mereka bekerja di luar negeri secara legal dan profesional,” tegasnya.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah maupun pusat, Migran Center diharapkan mampu mencetak tenaga kerja terampil dan berdaya saing global, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi daerah melalui jalur migrasi kerja yang aman dan terarah.


