Bogor – Anggota DPD RI daerah pemilihan Provinsi Bengkulu, apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., mendorong penuh agar Bengkulu menjadi salah satu living lab (laboratorium hidup) dalam implementasi SustainPalm Project. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Final Meeting SustainPalm Project di IPB Convention Center, Bogor.

SustainPalm Project merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Belanda untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Program ini melibatkan Wageningen University and Research (WUR), Van Hall Larenstein University of Applied Sciences (VHL), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Lambung Mangkurat (ULM), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Proyek ini didanai Pemerintah Belanda dengan dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia.

Ada tiga fokus utama SustainPalm, yakni peningkatan hasil panen kelapa sawit, integrasi intercropping sawit dengan ternak, serta pemanfaatan residu secara berkelanjutan.

“Bengkulu memiliki potensi besar untuk menjadi daerah percontohan perkebunan sawit berkelanjutan. Melalui SustainPalm, kita harapkan tercipta kolaborasi jangka panjang sehingga Bengkulu bisa menjadi model nasional dalam penerapan praktik sawit berkelanjutan dan peternakan,” ujar Destita.

Ia menambahkan, Bengkulu patut berbangga karena Arconesia — organisasi yang dipimpin pemuda Bengkulu — dipercaya menjadi key implementer dan memimpin living lab SustainPalm di daerah tersebut.

“Di antara seluruh provinsi di Indonesia, Bengkulu dipilih sebagai salah satu living lab SustainPalm Project. Arconesia membawa potensi kolaborasi internasional untuk mendukung sawit berkelanjutan di Bengkulu,” kata putri Kembang Mumpo Seluma ini dengan bangga.

Diketahui, SustainPalm Project telah berjalan tiga tahun dan dijadwalkan berakhir pada Oktober 2025. Kehadiran Bengkulu sebagai salah satu living lab diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan petani lokal, meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan dan peternakan, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan dukungan berbagai pihak, Senator Destita optimistis Bengkulu mampu memainkan peran strategis dalam mewujudkan perkebunan sawit dan peternakan berkelanjutan yang kompetitif di pasar global.