Bengkulu – Delegasi perusahaan perhotelan asal Jepang, IMF Tokyo, mengunjungi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kaizu Hamagi Gakkou di kawasan Lintas Nakau–Sebakul, Kota Bengkulu, Kamis (21/8/2025). Delegasi dipimpin oleh Direktur IMF Tokyo Endo Sachou dan Wakil Direktur Yamaguchi Fukusachou.
Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung proses pelatihan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dipersiapkan bekerja secara legal di Jepang.
Kasi Penempatan dan Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Disnakertrans Provinsi Bengkulu, Alpian Nasrullah, menyambut baik kehadiran delegasi Jepang. Ia menegaskan pemerintah provinsi mendukung penuh upaya penyaluran PMI legal.
“Minat pemuda Bengkulu untuk bekerja di Jepang sangat tinggi. Karena itu, keberadaan LPK seperti Kaizu penting untuk memutus mata rantai pengiriman PMI ilegal. Kami juga diminta gubernur terus memantau LPK agar benar-benar memberikan pendidikan dan pengawasan,” ujar Alpian.
Apresiasi Metode Pelatihan
Fasilitator TKA Jepang–Indonesia, Zaenal Arifin, menilai metode pelatihan di Kaizu berbeda dan lebih berkualitas dibanding lembaga serupa di daerah lain.
“Di sini, kualitas benar-benar diperhatikan. Bahasa Jepang diajarkan hingga level N2. Kami juga berharap ujian GFT (Global Field Test) ke depan bisa digelar di Bengkulu agar peserta tidak perlu ke Jakarta. Ini akan menghemat biaya,” jelas Zaenal.
Ia menekankan, bekerja di Jepang bukan sekadar mengejar gaji, tetapi juga menimba ilmu dan pengalaman. “Kalau hanya mengejar uang, hasilnya terbatas. Tapi kalau membawa pulang ilmu dan pengalaman, itu bisa jadi modal untuk membuka usaha atau lapangan kerja baru di Bengkulu,” tambahnya.
Harapan dari LPK Kaizu
Ketua LPK Kaizu Hamagi Gakkou, Afrianto Santoso, menyebut kunjungan ini membuktikan keseriusan pihak Jepang.
“Mereka ingin melihat langsung calon karyawan. Ada yang sudah lolos wawancara dan tinggal menunggu keberangkatan. Sebelumnya kami juga sudah memberangkatkan enam siswa ke Jepang. Itu membuat mereka yakin dengan kemampuan kita,” katanya.
Afrianto berharap lebih banyak pemuda Bengkulu bisa terserap di sektor perhotelan Jepang, terutama hotel bintang lima. Menurutnya, LPK Kaizu menyiapkan calon PMI dengan standar kerja yang dibutuhkan.
“Sejak awal, kami sudah melatih bed making hingga budaya kerja hotel. Jadi saat tiba di Jepang, mereka tidak lagi kebingungan,” pungkasnya.


