Rejang Lebong – Puluhan warga Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pertanian Organik dan Pasca Panen Aren pada Jumat, 17 Mei 2024. Kegiatan ini diselenggarakan di balai desa setempat, bekerja sama dengan tim pengabdi dari Fakultas Pertanian Universitas Hazairin (Unihaz), yang terdiri dari tujuh dosen dan 20 mahasiswa Program Studi Agroteknologi.
Adapun dosen yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Ikhsan Hasibuan, Irma Lisa Sridanti, Nurseha, Prihanani, Eka Suzanna, Farida Aryani, dan Firman. Hadir pula Kepala Desa Air Meles Atas, para ketua kelompok tani, pelaku UMKM, dan petani setempat.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memproduksi sarana produksi (saprodi) pertanian organik serta meningkatkan kualitas pengolahan pasca panen aren.
Irma Lisa Sridanti selaku Wakil Dekan Akademik Fakultas Pertanian Unihaz menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali petani dengan kemampuan memproduksi pupuk organik serta meningkatkan efisiensi pasca panen.
“Petani sebenarnya tidak perlu lagi membeli pupuk kimia, karena dapat membuat pupuk organik sendiri dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar lahan pertanian. Hal ini dapat menghemat biaya, meningkatkan kualitas hasil, dan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Ikhsan Hasibuan, menanggapi keluhan petani soal mahalnya harga pupuk.
Sementara itu, Nurseha dan Farida Aryani menambahkan bahwa para petani akan dilatih membuat pupuk organik padat, POC (Pupuk Organik Cair), dan MOL (Mikroorganisme Lokal) sesuai standar SNI.
Pada sesi berikutnya, tim pengabdi memberikan materi terkait peningkatan mutu dan efisiensi pengolahan pasca panen aren. “Pengolahan air nira bisa lebih cepat dan hemat tenaga dengan bantuan mesin,” jelas Prihanani.
Eka Suzanna juga menambahkan bahwa nilai jual gula aren bisa ditingkatkan melalui teknik pemasakan yang lebih baik, modifikasi bentuk, serta pengemasan yang menarik agar mampu bersaing di pasar modern.
Kepala Desa Air Meles Atas, Syamsul Bahrun, mengapresiasi kegiatan ini. “Warga kami sangat membutuhkan peningkatan kapasitas dalam bidang pertanian, baik kopi, aren, maupun palawija, termasuk pengolahan hasilnya menjadi produk yang lebih bernilai.”
Salah satu peserta, Toni, menyampaikan harapannya agar pelatihan serupa bisa rutin diadakan. “Kalau bisa setiap bulan ada pelatihan seperti ini, supaya kami bisa lebih cepat menyerap ilmu dan teknologi pertanian,” ujarnya.

