Bengkulu – Tragedi tenggelamnya kapal wisata tujuan Pulau Tikus di perairan Pantai Panjang, Kota Bengkulu, yang menelan korban jiwa, mengguncang masyarakat Bengkulu dan menyita perhatian publik secara nasional.

Anggota DPD/MPR RI Dapil Provinsi Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Keluarga besar Sanak Destita turut berduka cita atas tragedi tenggelamnya kapal wisata Pulau Tikus di perairan Pantai Panjang. Semoga almarhum dan almarhumah ditempatkan di surga Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Untuk para korban selamat, semoga lekas pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” ujar Senator Destita.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem perlindungan di sektor pariwisata, terutama di wilayah rawan bencana seperti Bengkulu. Dalam Rapat Kerja Komite III DPD RI bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang digelar di Kantor DPD RI, Jakarta, Rabu (30/4), Senator Destita menekankan urgensi peluncuran Early Warning System (EWS).

“Keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas utama. Melalui EWS, kami ingin memastikan seluruh destinasi wisata di Indonesia memiliki sistem tanggap darurat yang cepat, akurat, dan mudah diakses,” tegasnya.

Program EWS ini dirancang untuk memberikan peringatan dini terhadap potensi bencana seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, hingga cuaca ekstrem. Rencana ini akan melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, seperti BMKG, BNPB, serta pemerintah daerah. Teknologi digital seperti aplikasi peringatan dini dan sistem pengeras suara otomatis juga akan dipasang di lokasi-lokasi wisata yang rawan bencana.

Sebelumnya diberitakan, kapal wisata tersebut mengangkut 104 penumpang, terdiri dari 98 wisatawan, 1 nahkoda, dan 5 anak buah kapal (ABK). Dalam perjalanan pulang, kapal mengalami kerusakan mesin dan diterpa cuaca buruk, hingga akhirnya karam. Delapan orang korban yang sebelumnya mendapat perawatan intensif, akhirnya dinyatakan meninggal dunia.