Bengkulu – Warga RT 18 dan RT 19 Kelurahan Sawah Lebar, Kota Bengkulu, bersama jemaah Masjid Al-Musyawarah bergotong royong memperbaiki jalan rusak di kawasan Jalan Sepakat, Minggu (3/8). Perbaikan dilakukan secara swadaya karena kerusakan jalan sudah lama dikeluhkan namun belum juga ditangani pemerintah.

Ketua RT 19, Hernolis, mengatakan kondisi jalan tersebut kerap memicu kecelakaan, terutama di pagi hari saat lalu lintas padat. “Sudah sering terjadi mobil terguling atau bersenggolan karena pengendara berusaha menghindari jalan yang berlubang,” ujarnya.

Menurut Hernolis, jalan itu sudah berulang kali diusulkan dalam Musrenbang, tapi belum mendapat respons. Warga akhirnya mengumpulkan dana, tenaga, dan material secara mandiri untuk pengecoran.

“Kami prihatin, bukan hanya warga sini yang dirugikan, tapi juga pengguna jalan lain yang melintas tiap hari,” tambahnya.

Tokoh masyarakat, Dedi Haryono, menyebut jalan tersebut terakhir diperbaiki pemerintah pada 2006. Ia berharap inisiatif warga ini bisa mengetuk hati pemerintah agar segera melakukan pengaspalan permanen.

“Pengecoran ini tidak sekuat hotmix, tapi setidaknya mengurangi risiko kecelakaan,” katanya.

Warga berharap pemerintah tidak hanya memberi janji, tetapi segera mengambil tindakan nyata. Mereka juga menegaskan bahwa sebagai pembayar pajak, masyarakat berhak atas infrastruktur yang layak.