Bengkulu – Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 6 Bengkulu yang beralamat di Jl. Raden Fatah, Sumur Dewa, Kec. Selebar, Bengkulu, Bengkulu 38211, menggelar kegiatan Mitigasi Bencana pada Jumat, 22 Agustus 2025, pukul 08.00–15.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 94 siswa dan menjadi langkah penting dalam membentuk budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.

Kepala SRMA 6 Bengkulu, Yuliarma Yenni, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan mitigasi bencana diharapkan dapat memberikan edukasi kepada siswa mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadinya bencana.

“Melalui mitigasi bencana, kita berharap dapat meminimalisir jumlah korban saat terjadi bencana, khususnya di SRMA 6 Bengkulu. Kegiatan ini penting untuk terus dilakukan secara berkelanjutan, karena mitigasi bukan hanya tindakan sesaat, melainkan proses siklus berkelanjutan yang mencakup pra-bencana, saat bencana, dan pasca-bencana,” ujarnya.

Kegiatan ini menggandeng Yayasan Kamiang sebagai mitra pelaksana. Heri, selaku fasilitator dan Pendiri dari Yayasan Kamiang, menekankan bahwa mitigasi bencana harus melibatkan seluruh warga sekolah.

“Tidak hanya siswa, ke depan kami berharap seluruh warga sekolah turut terlibat dalam pelatihan dan simulasi kebencanaan, khususnya bencana gempa bumi. Pendekatan yang partisipatif dan inklusif menjadi kunci agar semua pihak siap menghadapi risiko bencana,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kamiang, Nici, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan dalam kerangka Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di sekolah rakyat.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa berkelanjutan serta menjadi contoh bagi sekolah rakyat lainnya untuk mengimplementasikan SPAB. Yayasan Kamiang akan terus mendukung upaya ini agar risiko bencana dapat diminimalisir dengan dukungan semua pihak. Kami berterima kasih kepada SRMA 6 Bengkulu atas kerja sama yang baik. Semoga ke depan kita semua semakin mandiri dan tangguh menghadapi bencana,” ungkapnya.

Melalui kegiatan mitigasi bencana ini, SRMA 6 Bengkulu bersama Yayasan Kamiang meneguhkan komitmen untuk menanamkan kesadaran kebencanaan sejak dini, membangun kemandirian, serta memperkuat resiliensi sekolah dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.