Bengkulu Selatan Warga Desa Pajar Bulan, Aziz Mutaqin (20), ditemukan tewas bersimbah darah dengan 14 luka tusuk di tubuhnya pada Kamis malam, 3 April 2025. Korban diduga ditikam menggunakan senjata tajam jenis garpu oleh BM (18), pemuda asal Desa Darat Sawah, Kecamatan Seginim.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 22.30 WIB di kawasan sekitar kantor Camat Seginim. Usai melakukan penikaman, pelaku secara sukarela menyerahkan diri ke Mapolsek Seginim dan mengakui perbuatannya.

Dalam pemeriksaan awal, BM mengungkapkan bahwa aksinya dipicu oleh dendam lama terhadap korban. Menurut pengakuannya, ia pernah menjadi korban dalam sebuah peristiwa yang melibatkan Aziz di masa lalu.

Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Awilzan SIK melalui Kasat Reskrim IPTU Muhammad Akhyar Anugerah SH MH, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika pelaku berjalan dan bertemu korban di sebuah jembatan.

“Saat itu dendam lama muncul kembali. Pelaku sempat pulang untuk mengambil senjata tajam,” jelas IPTU Akhyar.

Menurut keterangan polisi, motif pembunuhan ini berkaitan dengan insiden lama antara pelaku dan korban. BI mengaku menyimpan dendam karena pernah menjadi korban penusukan oleh AZ pada tahun 2023, yang mengakibatkan AZ dijebloskan ke penjara.

Setelah AZ dinyatakan bebas, BI yang masih menyimpan rasa sakit hati kemudian nekat melakukan aksi balas dendam dengan menikam korban belasan kali di bagian dada hingga tewas di tempat.

Namun, sebelum tragedi terjadi, BM dan Aziz sempat berdamai. Keduanya bahkan saling meminta maaf dan berpelukan. Mereka kemudian mengonsumsi minuman keras bersama.

Konflik kembali memanas setelah sepeda motor yang mereka gunakan mengalami pecah ban. Ketegangan muncul saat mereka membahas rencana menggadaikan handphone untuk memperbaiki motor.

“Sebelum perkelahian sempat ada yang mengingatkan agar tidak menggunakan sajam,” tambahnya.

Perkelahian pertama terjadi di sekitar SMPN 7 Bengkulu Selatan, di mana pelaku sempat kalah dan mundur. Namun dengan amarah memuncak, BM kembali dan mendatangi Aziz yang berada di sekitar kantor Camat Seginim.

“Di situlah pelaku melancarkan serangan. Ia menikam korban sebanyak 14 kali hingga korban terkapar bersimbah darah,” ungkap IPTU Akhyar.

Saat kejadian, terdapat empat orang di lokasi, termasuk pelaku dan temannya serta korban bersama seorang temannya.

Setelah penikaman, pelaku sempat berhenti di warung depan kantor camat dan meminta diantar ke kantor polisi. Ia kemudian diamankan oleh petugas Polsek Seginim.

Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam dengan mengumpulkan barang bukti, memeriksa saksi-saksi, serta menelusuri lebih lanjut motif dan latar belakang dendam antara pelaku dan korban.

“Kami akan proses kasus ini sesuai hukum yang berlaku dan menelusuri faktor-faktor yang memicu tragedi berdarah ini,” tutup IPTU Akhyar.