Bengkulu – Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, meluncurkan inovasi terbaru bernama Open Karir sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan birokrasi yang kompetitif dan profesional. Program ini memberikan kesempatan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu untuk mengembangkan karir secara terbuka dan terarah.

Open Karir merupakan sistem terencana dan sistematis untuk mengidentifikasi dan mengembangkan ASN berpotensi tinggi agar dapat mengisi jabatan strategis. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan SDM aparatur yang kompeten, berdaya saing, dan mendukung pencapaian tujuan organisasi serta pembangunan nasional.

Melalui program ini, ASN dari eselon IV hingga eselon II dapat mengajukan surat permohonan langsung kepada Wali Kota untuk menempati jabatan yang mereka minati. BKPSDM Kota Bengkulu akan menyiapkan formulir resmi untuk proses tersebut.

“Seluruh aparatur mulai dari staf eselon IV hingga pejabat eselon II diberi ruang untuk menyampaikan keinginan berkarir. Namun tetap harus sesuai regulasi,” tegas Dedy saat apel gabungan di kantor Wali Kota, Selasa (8/7).

Namun, setiap pengajuan wajib disertai target kinerja. Jika dalam kurun waktu yang ditentukan target tidak tercapai, maka ASN yang bersangkutan harus mengundurkan diri dari jabatannya.

“Contoh, jika seseorang ingin menjadi Kepala Dinas Perindag, maka ia harus memastikan pasar-pasar di Kota Bengkulu bersih. Jika dalam enam bulan target itu tak tercapai, ia harus mundur,” ujar Dedy.

Hal serupa berlaku untuk pejabat eselon lain. Misalnya, jika Kabid Aset di BPKAD tak mampu menertibkan seluruh aset kota, termasuk sertifikasinya, maka ia juga wajib mengundurkan diri.

Inovasi ini juga memberikan ruang bagi ASN untuk bekerja dengan lebih nyaman dan optimal. Dedy mencontohkan, jika seorang Kasi di kecamatan lebih ingin bertugas di kelurahan demi alasan kedekatan tempat tinggal dan kenyamanan kerja, maka hal itu akan dipertimbangkan.

“Kalau ia tak nyaman di posisi sebelumnya dan merasa bisa bekerja lebih baik di tempat lain, kita beri kesempatan. Tapi kalau ternyata tak mampu juga, berarti masalahnya ada pada orangnya,” kata Dedy.

Menurutnya, Open Karir menjadi upaya Pemkot mencari ASN multitalenta yang benar-benar siap dan layak menduduki jabatan strategis.

“Inilah cara kami mencari bibit unggul. Banyak yang ingin jadi camat tapi tak pernah diberi kesempatan, padahal punya potensi. Sekarang kita buka jalannya. Tapi tanggung jawab juga harus jelas. Kalau tak mampu, silakan mundur,” tegasnya.