Seluma – Inovasi teknologi pengawet alami berbahan ekstrak buah sapat dikenalkan kepada kelompok pengerajin gula di Desa Purbosari, Kabupaten Seluma, Sabtu (13/9/2025). Kegiatan ini merupakan kolaborasi Universitas Bengkulu (UNIB) bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu, dengan melibatkan 30 peserta.
Perwakilan UNIB, Dr. Sipriyadi, yang memimpin riset pengembangan pengawet alami tersebut, menjelaskan manfaat penerapan inovasi ini.
“Pengawet alami yang terstandarisasi sangat penting untuk menjaga mutu dan keamanan gula olahan. Dengan bahan terstandar, nilai pasar produk bisa meningkat, dan para pengerajin juga dapat memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk mereka lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BPOM Bengkulu, Yunika Sary, menegaskan bahwa ekstrak buah sapat telah mendapatkan sertifikat persetujuan standardisasi pangan sebagai bahan tambahan pangan.
“Ekstrak buah sapat digunakan sebagai pengawet air nira dalam pembuatan gula. Prosesnya melalui ekstraksi senyawa aktif dengan pelarut tertentu, kemudian dipekatkan hingga menghasilkan ekstrak siap pakai,” jelasnya.
Yunika menambahkan, standar keamanan pangan menjadi syarat utama agar produk gula dapat diterima pasar.
“Produk pangan, termasuk gula, harus memenuhi ketentuan nasional. BPOM siap mendukung pengawasan kualitas agar produk pangan daerah mampu bersaing di pasar lokal maupun internasional,” katanya. *


