Bengkulu – Sebanyak 12 desa di Provinsi Bengkulu resmi ditetapkan sebagai Desa Migran Emas oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Penetapan dilakukan langsung oleh Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding, saat kunjungan kerja di Bengkulu, Selasa (29/7).

Program ini mendapat dukungan penuh dari Anggota DPD RI Dapil Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, yang menyebut Desa Migran Emas sebagai langkah strategis mencegah perdagangan orang dan migrasi ilegal sejak dari desa.

“Alhamdulillah, 12 kepala desa sudah menyatakan komitmennya. Ini penting karena edukasi migrasi aman memang harus dimulai dari desa,” ujar Destita.

Menurutnya, keterlibatan langsung kepala desa akan memudahkan edukasi dan pengawasan terhadap warganya yang ingin bekerja ke luar negeri.

“Kalau dari desa sudah dibekali pengetahuan, mereka akan tahu mana jalur legal dan mana yang ilegal. Banyak yang ke luar negeri tanpa prosedur, akhirnya rentan jadi korban,” tegasnya.

Destita juga mendorong agar program ini tidak berhenti di 12 desa. Ia berharap program diperluas hingga ke 1.500 desa se-Bengkulu.

“Dampaknya luar biasa. Di Lampung, satu desa bisa punya perputaran uang Rp500 juta per bulan dari remitansi warganya di luar negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Abdul Kadir Karding menyebut desa sebagai titik awal pencegahan migrasi nonprosedural.

“Calo biasanya menyasar desa. Karena itu edukasi, pengawasan, dan regulasi harus dimulai dari sana. Kepala daerah juga kami dorong buat perbup atau perdes untuk perlindungan migran,” ujar Karding.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara Kementerian P2MI dan pemerintah daerah se-Provinsi Bengkulu. Program ini diharapkan mampu mendorong migrasi aman, legal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Adapun 12 Desa Migran Emas yang ditetapkan tersebar di lima kabupaten:

• Bengkulu Selatan: Desa Gindo Suli dan Jeranglah Rendah

• Seluma: Desa Bukit Peninjauan II, Muara Timput, dan Ujung Padang

• Rejang Lebong: Desa Air Meles Bawah, Rimbo Recap, Teladan, Kampung Melayu, dan Babakan Baru

• Kepahiang: Desa Gunung Agung

• Bengkulu Utara: Desa Pagar Banyu.