Bengkulu – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersama Kementerian Ketenagakerjaan RI menggelar rapat koordinasi terkait rencana pengalihan status Balai Latihan Kerja (BLK) UPTD Bengkulu menjadi Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP). Rapat berlangsung di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat (22/8).
Pertemuan ini dihadiri Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Firmanuddin beserta rombongan, perwakilan Bank Dunia, Pj Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, serta perwakilan dari Disnakertrans, Inspektorat, BKD, dan BKAD.
Pj Sekda Herwan Antoni menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan BLK Bengkulu.
“Pemprov menyambut baik proses pengalihan ini. Harapannya, SDM kita dapat diterima dan diberdayakan Kemenaker, sehingga potensi tenaga kerja di Bengkulu terserap optimal,” ujarnya.
Staf Khusus Menaker Firmanuddin menegaskan, pemerintah pusat berkomitmen memperkuat keberadaan BLK Bengkulu.
“Ini soal administratif. BLK Bengkulu sudah mendapat investasi Rp14 miliar dalam bentuk bangunan, dan akan terus ditambah baik dari sisi bangunan, peralatan, jurusan, maupun manajemen. Kami optimis hasilnya terbaik,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari perwakilan Bank Dunia, Vetra, yang menyatakan kesiapan mendukung rekonstruksi peralatan sesuai kebutuhan industri serta peningkatan kompetensi instruktur bersertifikat.
“Kami berharap proses dapat dipercepat,” tegasnya.
Sementara itu, Dirjen Binalavotas menekankan tujuan utama pengalihan ini adalah menyesuaikan pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja di Bengkulu.
“Kami ingin membangun ekosistem pelatihan berbasis pasar kerja melalui kolaborasi dengan Pemprov Bengkulu,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, pembangunan fisik BLK UPTP Bengkulu ditargetkan mulai Januari 2026, disertai pengadaan peralatan baru serta pelatihan instruktur di Jakarta.
Herwan menegaskan, Pemprov Bengkulu siap mendukung penuh kelancaran program ini.
“Kami berharap pendidikan vokasi di Bengkulu ke depan memiliki standar nasional. Pemprov siap menyelesaikan seluruh kebutuhan administratif agar program ini berjalan sukses,” pungkasnya.


