Bengkulu — Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memimpin rapat percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di ruang rapat lantai III Kantor Gubernur. Program ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah di Bengkulu.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa bahan pangan untuk MBG akan mengutamakan hasil pertanian lokal guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama petani.

“Program ini bukan hanya soal gizi, tapi juga soal ekonomi lokal. Kita pakai hasil tani masyarakat sendiri,” ujar Helmi.

Kementerian Dalam Negeri sebelumnya telah menginstruksikan pemerintah daerah untuk menyiapkan lahan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Satu unit SPPG dirancang melayani minimal 3.000 siswa.

Saat ini, 363.283 siswa tercatat sebagai penerima MBG di Provinsi Bengkulu. Dengan ketentuan tersebut, dibutuhkan sedikitnya 121 unit SPPG. Namun, baru 13 unit yang telah beroperasi di beberapa daerah seperti Kota Bengkulu, Rejang Lebong, Seluma, Kaur, dan Mukomuko.

Gubernur meminta pemerintah kabupaten/kota segera memprioritaskan penyediaan lahan. Pembangunan fisik SPPG akan ditangani oleh pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional dan kementerian terkait.

“Daerah siapkan lahannya, pusat yang bangun. Ini kerja bersama demi generasi sehat dan cerdas,” tegas Helmi.