Semarang – Sosok pemuda asal Jepara, Farijil Humam, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang, tengah mencuri perhatian publik. Dalam waktu kurang dari enam bulan, ia sukses meraih lebih dari 160 ribu pengikut di TikTok dan Instagram berkat konten-konten edukatif seputar dunia digital dan kehidupan mahasiswa.
Mengusung tema edukasi praktis, Farijil membagikan beragam tips mulai dari mengatasi laptop lemot hingga strategi belajar efektif. “Saya ingin menjadi education influencer, bukan sekadar konten kreator. Harus ada nilai yang dibawa dalam setiap video,” ujarnya.
Salah satu videonya bahkan berhasil menembus 21 juta penayangan hanya dalam satu hari—membuktikan bahwa konten edukatif pun bisa viral jika dikemas dengan kreatif dan menarik.
Tak hanya aktif di dunia digital, Farijil juga dikenal sebagai sosok multitalenta. Ia mahir menjadi MC formal dan adat Jawa, qori’, pelatih rebana, guru les, hingga duta kampus—semuanya ia pelajari secara autodidak sejak duduk di bangku SMA. Ia juga kerap diundang sebagai pemateri dalam berbagai forum pelajar dan mahasiswa.
Di balik pencapaiannya, Farijil pernah menghadapi keraguan dari orang-orang terdekat. “Saya pernah dihina teman sendiri, dibilang konten saya jelek dan nggak akan viral. Tapi saya buktikan dengan konsistensi. Sekarang saya bisa bantu banyak orang lewat konten saya. Dan impian terbesar saya adalah menghajikan orang tua,” katanya.
Dengan semangat “nikmati proses, jangan banyak protes”, Farijil ingin membuktikan bahwa anak muda Indonesia bisa berkarya dari mana saja—asal punya tekad, konsistensi, dan niat yang baik.

